Coats

Mengenal Serat Tekstil

Pos Buletin 09

Konten

Klasifikasi Serat
Serat Alami
Serat Buatan Manusia
Parameter Serat Tekstil
Serat Properties – Comparison

Pengantar

Tekstil memiliki hubungan yang penting pada kehidupan kita sehari-hari sehingga setiap orang harus mengetahui tentang dasar-dasar serat dan sifatnya.

Serat tekstil yang digunakan untuk berbagai macam aplikasi seperti penutup, penghangat, perhiasan pribadi dan bahkan untuk menampilkan kekayaan pribadi.

Teknologi tekstil telah jauh memenuhi kebutuhan ini. Pengetahuan dasar tentang serat tekstil akan memudahkan penilaian merek dan jenis serat dan membantu mengidentifikasi kualitas yang tepat untuk aplikasinya.

Buletin ini mencakup berbagai serat tekstil dan sifat-sifat yang penting untuk aplikasi tekstil yang sesuai.

Klasifikasi Serat

Secara luas, serat tekstil dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori:

  • Serat Alami
  • Serat Buatan Manusia

Serat Alami

Serat Alami are subdivided further, as outlined beRendah, by their origin.

Table beRendah when available.

Nama Serat Sumber Komposisi
Tumbuhan
 Kapas Kapas boll Selulosa
 Kapuk Kapuk tree Selulosa
 Linen Tangkai lenan Selulosa
 Goni Goni stalk Selulosa
 Hemp Hemp or Abaca  Selulosa
 Rami Rhea and China Selulosa
 Sisal Daun agave Selulosa
 Sabut Sabut kelapa Selulosa
 Pina Daun nanas Selulosa
Hewan
Wol Domba  Protein 
Sutra  Sutraworms  Protein  
Bulu  Bulu bearing Hewans Protein  
Mineral
Asbes Varities of rock Silikat Magnesium dan Kalsium

Serat Buatan Manusia

Serat Buatan Manusia are subdivided as shown beRendah with their various Komposisis and origin. 

Nama Serat Sumber
Selulosa
Rayon Kapas linters or wood
Asetat Kapas linters or wood
Tri-Asetat Kapas linters or wood
Non-Selulosa Polymers
Nilon Poliamida alifatik
Aramid Poliamid aromatik
Poliester Alkohol dihidrat dan asam tereftalat
Akrilik Akrilonitril
ModAkrilik Akrilonitril
Spandeks poliurethan
Olefin Etilena atau propilena
Vinyon Vinil klorida
Saran Viniliden klorida
Novoloid Navolac berbasis fenol
Polikarbonat Karbonic acid (Poliester derivative)
fluorokarbon tetrafluoroethilena
Protein
Azlon Jagung, kedelai, dan sebagainya
Karet
Karet Natural or synthetic Karet
Logamik
Logam Aluminium, perak, emas, baja tak berkarat
Mineral
Kaca Pasir silika, batu kapur, mineral lainnya
Keramik Aluminium, silika
Grafit Karbon

1. Serat Alami

Kapas

Kapas, the natural Serat most widely used in Pakaian, grows in a boll around the seeds of Kapas plants. A single Serat is an elongated cell that is a flat, twisted, holRendah, ribbon-like structure.

Kapas plant

karakteristik

  • Kekuatan cukup hingga baik
  • Elastisitas sangat rendah
  • Kurang tangguh dan rentan terhadap kerutan
  • Nyaman dan terasa lembut
  • Daya serap baik
  • Mengalirkan panas dengan baik
  • Bisa rusak karena serangga, jamur, lumut dan ngengat
  • Bisa melemah karena paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama

Aplikasi

  • Banyak digunakan dalam sejumlah produk tekstil
  • Umum digunakan dalam pakaian tenun dan rajutan
  • Home textile – bath towels, bath robes, bed covers etc.
  • Used as a blend with other Serats as Rayon, Poliester, Spandeks etc.

Linen

Linen, one of the most expensive Serat Alami, is made from the Lenan plant. It is labour-intensive to produce, hence produced in small quantities. However Linen fabric is valued for its exceptional coolness and freshness in hot weather.

Cricket ball

It is composed of 70% Selulosa and 30% pectin, ash, woody tissue and moisture.

karakteristik

  • Strongest Tumbuhan Serat
  • Elastisitas buruk, sehingga mudah mengkerut
  • Relatif mulus, menjadi lebih lembut saat dicuci
  • Berdaya serap sangat tinggi
  • Konduktor panas yang baik dan terasa dingin
  • Berkilau
  • Lebih rapuh, kusut menetap dalam lipatan tajam, cenderung sobek
  • Bisa rusak karena jamur, keringat dan pemutih
  • Tahan terhadap ngengat dan kumbang karpet

Aplikasi

  • Pakaian – setelan, gaun, rok, kemeja dan sebagainya
  • Home and commercial furnishing items – table cloths, dish towels, bed sheets, wallpaper / wall coverings, window treatments etc.
  • Produk industri – tas koper, kanvas dan sebagainya
  • Used as blend with Kapas

Wol

Wol Serat grows from the skin of Domba and is a relatively coarse and Berkerut Serat with scales on its surface. It is composed of Protein. The Serat appearance varies depending on the breed of the Domba. Finer, softer and warmer Serats tend to be with more and smoother scales. Thicker, less warm Serats have fewer and rougher scales. Normally, the better Wol Serats with finer scales are duller in appearance than the Buruker quality Serats which have fewer scales.

Dyed new Wol

karakteristik

  • Tampak berkerut
  • Elastis
  • Higroskopis, mudah menyerap kelembaban
  • Ignites at a Tinggier temperature than Kapas
  • Tingkat penyebaran api, pelepasan panas dan panas pembakaran lebih rendah
  • Tahan terhadap listrik statis

Aplikasi

  • Clothing – jackets, suits, trousers, sweaters, hats etc.
  • Selimut, karpet, bulu kempa dan pelapis
  • Karpet kuda, kain pelana

Sutra

Sutra is a fine, continuous strand unwound from the cocoon of a moth caterpillar known as the Sutraworm. It is composed of Protein. It is very shiny due to the Struktur prisma seperti segitiga of the Sutra Serat, which alRendahs Sutra cloth to refract incoming light at different angles.

Sutra pilRendahs

karakteristik

  • Berkilau, smooth and soft texture and not slippery
  • Ringan, kuat, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya ketika basah
  • Elastisity is moderate to Buruk. If elongated, it remains stretched
  • Dapat melemah jika terkena terlalu banyak sinar matahari
  • Dapat dirusak oleh serangga, terutama jika dibiarkan kotor
  • Bisa mengembalikan hingga 11% kelembabannya

Aplikasi

  • Kemeja, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas
  • Pakaian dalam wanita, piyama, jubah, setelan pria dan baju musim panas
  • Many furnishing Aplikasi
  • Pelapis jok, penutup dinding, dan hiasan dinding

Other Serat Alami

Goni

Goni is taken from a tall plant of the same name and it is easy to cultivate and harvest. It is the cheapest Serat and is used in great quantities.

karakteristik

  • Goni tidak tahan lama karena cepat rusak bila terkena kelembaban
  • Kekuatan kurang
  • Tidak bisa diputihkan menjadi putih bersih karena kurangnya kekuatan

Aplikasi

  • Benang pengikat untuk karpet, kain kasar dan murah, kantong berat dan sebagainya

Kapuk

It is a Putih Bulu-like Serat obtained from the seed capsules of plants and trees called Ceiba Pentandra grown in Java and Sumatra (Indonesia), Mexico, Central America and the Caribbean, Northern South America and tropical West Africa.

It is called Sutra Kapas due to its Tinggi Kilauan which is equal to that of Sutra.

karakteristik

  • Tekstur halus
  • Very Berkilau
  • Lemah
  • Serat pendek
  • Tahan terhadap kelembaban, cepat kering bila basah

Aplikasi

  • Kasur, bantal, furnitur berlapis

Rami

A woody Serat resembling Lenan and it is also known as Rumput Rhea dan Cina. It is taken from a tall fRendahering plant.

Embroidered fabric and alcazar cones

karakteristik

  • Kaku
  • Lebih rapuh
  • Berkilau

Aplikasi

  • Kanvas, kain pelapis, pakaian, dan sebagainya

2. Serat Buatan Manusia

2.1. Man-made (Regenerated)

Selulosa

They are derived either from the Selulosa of the cell walls of short Kapas Serats that are called linters or, more frequently from pine wood. There are three types of man made Selulosa Serats: Rayon, Asetat and tri-Asetat.

Rayon

Rayon [link to Raylon] is made from naturally occurring polymers that simulate natural Selulosa Serats. It is neither a truly synthetic Serat nor a truly natural Serat.

There are two varieties of Rayon; viscose and Tinggi wet modulus (HWM). These in turn are produced in a number of types to provide certain specific properties.

karakteristik

  • Halus, lembut dan nyaman
  • Kilau alaminya tinggi
  • Berdaya serap sangat tinggi
  • Daya tahan dan retensi bentuk rendah, terutama ketika basah
  • Rendah Elastis recovery
  • Normally Lemah, but HWM Rayon is much stronger, Tahan lama and has Baik appearance retention.

Aplikasi

  • Pakaian – blus, gaun, jaket, pakaian, pelapis, setelan, dasi untuk leher dan sebagainya
  • Barang-barang perabotan – penutup tempat tidur, seprai, selimut, dekorasi jendela, pelapis jok dan sebagainya
  • Penggunaan industri misalnya produk operasi medis, produk bukan tenun, kawat ban dan sebagainya
  • Kegunaan lain – produk kesehatan wanita, popok, handuk dan sebagainya

Asetat

Asetat consists of a Selulosa compound identified as acetylated Selulosa – a Selulosa salt. Hence it possesses different qualities compared to Rayon.

Asetat is Termoplastik and can be formed into any shape by application of pressure combined with Panas. Asetat Serats have Baik shape retention.

karakteristik

  • Termoplastik
  • Kelangsaian baik
  • Halus, lembut dan tangguh
  • Daya serap tinggi dan cepat kering
  • Berkilau appearance
  • Lemah, rapidly loses Kekuatan when wet, must be dry-cleaned
  • Ketahanan terhadap abrasi buruk

Aplikasi

  • Terutama dalam pakaian – blus, gaun, jaket, pakaian dalam wanita, pelapis, setelan, dasi untuk leher, dan sebagainya
  • Digunakan dalam kain seperti satin, brokat, kain taf, dan sebagainya

Tri-Asetat

Tri-Asetat consists of acetylated Selulosa that retains acetic groupings, when it is being produced as triAsetat Selulosa. It is a Termoplastik Serat and is more Tangguh than other Selulosa Serats

karakteristik

  • Termoplastik
  • Tangguh
  • Bentuk kuat dan tahan kerut
  • Tahan susut
  • Mudah dicuci, bahkan pada suhu yang lebih tinggi
  • Mempertahankan lipatan dan wiru dengan baik

Aplikasi

  • Terutama pakaian
  • Digunakan dalam pakaian yang mementingkan retensi lipatan / wiru misalnya rok dan gaun
  • Can be used with Poliester to create shiny Pakaian

2.2. Man-made – Non-Selulosa

Serat polimer

Kelompok serat ini dibedakan dengan disintesis atau dibuat dari berbagai elemen menjadi molekul yang lebih besar yang disebut polimer linear.

Molekul-molekul dari masing-masing senyawa tertentu disusun dalam garis paralel dalam serat. Susunan molekul ini disebut orientasi molekul.

The properties of such Serats are dependent on their chemical Komposisi and kinds of molecular orientation.

Nilon

In Nilon, the Serat forming substance is a long-chain synthetic polyamide in which less than 85% of the amide linkages are attached directly to two aromatic rings. The elements Karbon, oxygen, nitrogen and hydrogen are combined by chemical processes into compounds which react to form long-chain molecules, chemically known as polyamides and are then formed into Serats. There are several forms of Nilon. Each depends upon the chemical synthesis.

Outdoor Baiks

They are: Nilon 4; 6; 6.6; 6.10; 6.12; 8; 10; and 11.

karakteristik

  • Tinggily Tangguh
  • Tinggi elongation and Elastisity
  • Sangat kuat dan tahan lama
  • Ketahanan terhadap abrasi sangat baik
  • Termoplastik
  • Has the ability to be very Berkilau, semi-Berkilau or dull
  • Tahan terhadap serangga, jamur, lumut dan kebusukan

Aplikasi

  • Pakaian – pantyhose, stockings, leggings, etc.
  • Perabotan rumah
  • Industrial Aplikasi - parachutes, tyre cords, ropes, airbags, hoses, etc.

Poliester

In Poliester, the Serat forming substance is any long-chain synthetic polymer composed of at least 85% by weight of an ester of a substituted aromatic carboxylic acid, but not restricted to substituted terapthalate units and para-substituted hydroxybenzoate units.

In producing such Serats, the basic elements of Karbon, oxygen and hydrogen are polymerised. Variations are possible in the methods of production, in the combination of ingredients and in the ultimate molecular structures of the Serat forming substance.

karakteristik

  • Termoplastik
  • Kekuatan baik
  • Hydrophobic (non absorbent)

Aplikasi

  • Pakaian – woven and knits, shirts, pants, jackets, hats etc.
  • Perabotan rumah – bed sheets, blankets, upholstered furniture, cushioning material
  • Industrial uses – conveyor belts, safety belts, tyre reinforcement

Spandeks

The Serat forming substance used to produce Spandeks is any long-chain synthetic polymer composed of at least 85% of segmented polyurethane. Variations are possible when producing this Serat.

The basic elements of nitrogen, hydrogen, Karbon and oxygen are synthesised with other substances to ethyl ester compounds in polymer chains of soft segments or sections that provide stretch and harder segments that hold the chain together.

Trademarks of three Spandeks Serats are Cleer-span, Glospan and Lycra.

karakteristik

  • Tinggily Elastis
  • Nyaman
  • Retensi bentuk tinggi
  • Tahan lama

Aplikasi

  • Tidak pernah digunakan sendiri, tapi selalu dicampur dengan serat lainnya
  • Pakaian dan barang-barang pakaian dengan peregangan yang nyaman dan pas
  • Kaus kaki
  • Pakaian dalam pembentuk tubuh
  • Pakaian renang, pakaian atletik, pakaian aerobik
  • Pakaian dalam wanita, legging dan kaus kaki
  • Pakaian berbentuk misalnya cup bra
  • Sarung tangan

Akrilik

In Akriliks, the Serat forming substance is any long chain polymer composed of at least 85% by weight of Akrilonitril units. Using complicated processes, Karbon, hydrogen and nitrogen, the basic elements are synthesised with small amounts of other chemicals into larger polymer combinations. Variations are possible in the methods of production, in the combination of ingredients and in the ultimate molecular structures of the Serat forming substance.

Sofa

karakteristik

  • Soft, warm handling karakteristik similar to Wol
  • Tangguh
  • Menjaga bentuk

Aplikasi

  • Pakaian
  • Perabotan rumah

3. Man-made – Protein Serats

Protein dari produk-produk seperti jagung dan susu diproses secara kimia dan diubah menjadi serat. Namun, serat tersebut tidak sukses secara komersial.

4. Man-made – Karet Serats

The Serat forming substance is comprised of natural and synthetic Karet. The treated Karet is produced in strands, so that the cross-section is either round or square and the longitudinal surface is relatively smooth.

5. Man-made – Logamik Serats

These Serats are composed of Logam, plastic-coated Logam, Logam-coated plastic, or a core completely covered by Logam. These Serats are usually produced in flat, narrow, smooth strips which possess Tinggi Kilauan.

Iridescent

Aplikasi

  • Decorative yarns in Pakaian and Perabotan rumah items.

6. Man-made – Mineral Serats

Various Minerals have been manufactured into Kaca, Keramik and Grafit Serats having prescribed properties for specific uses.

Kaca

Although Kaca is a hard and inflexible material, it can be made into a fine, translucent textile Serat that has an appearance and feel of Sutra.

Natural Minerals such as silica sand, limestone, soda ash, borax, boric acid, feldspar and fluorspar have been fused under very Tinggi temperatures into Kaca which is processed into a Serat.

karakteristik

  • Lembam
  • Sangat tahan api

Aplikasi

  • Panas Tahan industrial Aplikasi

Parameter Serat Tekstil

Fibrous materials should possess certain properties to become a suitable textile raw material. Properties which are essential for acceptance as a suitable raw material may be classified as ‘Sifat primer’. The other properties which add specific desirable character or aesthetics to the end product and its use may be classified as ‘Sifat sekunder’.

Sifat primer

1. Panjangnya

2. Tenacity (Kekuatan)

3. Keluwesan

4. Kohesi

5. Keseragaman sifat

Sifat sekunder

1. Bentuk fisik

2. Specific gravity (influence weight, cover etc.)

3. Kembalinya kelembaban* and absorption (comfort, static electricity etc.)

4. Elastis character

5. Thermo plasticity (softening point and Panas - set character)

6. Kemampuan pencelupan

7. Resistensi terhadap pelarut, bahan kimia korosif, mikro organisme dan kondisi lingkungan

8. Sifat mudah terbakar

9. Kilauan

Sifat Fisik

Kapas

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Datar, dipilin dan seperti pita
Panjangnya Staple Serat, Panjangnya ranges from 1 to 5.5 cm
Warna Putih krem ​​dalam bentuk alami, kecuali jika diperlakukan
Kilauan Medium, unless treated for Kilauan
Kekuatan Cukup
Elastisity Rendah
Ketahanan Rendah
Daya serap air Baik sekali
Panas Will withstand moderate Panas / Decomposes after prolonged exposure to temperatures of 150°C / 320°F or over
Sifat mudah terbakar Mudah terbakar

Linen

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Penampang terdiri dari bentuk poligonal tidak beraturan
Panjangnya Stapel panjang, 25-120 cm
Warna Putih pudar
Kilauan Tinggi
Kekuatan Baik
Elastisity Rendah
Ketahanan Sedikit
Daya serap air Baik
Panas Will withstand moderate Panas
Sifat mudah terbakar Mudah hangus dan terbakar 

Wol

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Berkerut
Panjangnya Serat stapel, hingga 40 cm
Warna Generally creamy Putih, some breeds of Domba produce natural Warnas such as black, brown, silver, and random mixes.
Kilauan Tinggi
Kekuatan Tinggi
Elastisity Baik
Ketahanan Tinggi
Daya serap air Tends to repel initially, but Baik absorption.
Panas Becomes harsh at 100°C / 212°F, decomposes at slightly Tinggier temperatures.
Sifat mudah terbakar Scorches at 204°C / 400°F, will char

 Sutra

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Struktur prisma seperti segitiga
Panjangnya Filamen bersambungan
Warna Usually Putih pudar, and also shades of pale beige, brown, and grey
Kilauan Baik sekali
Kekuatan Baik
Elastisity Tinggi
Ketahanan Tinggi
Daya serap air Baik
Panas Sensitif dan bisa terurai
Sifat mudah terbakar Burns at 165°C / 330°F

Rayon

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis

Striations seen in viscose and Tinggi Kekuatan Rayon

If deKilauand, scattered specks of pigment can be seen

Panjangnya Filamen dan Stapel
Warna Transparan kecuali jika dicelup
Kilauan Tinggi
Kekuatan

Cukup to Baik sekali
Regular Rayon has Cukup Kekuatan
Tinggi tenacity types have Kekuatan baik

Elastisity

Regular Rayon: Rendah
Tinggi Kekuatan Rayon: Baik

Resilence Tinggi wet Kekuatan Rayon is better
Daya serap air

Tinggier than natural Selulosa
Serat mengembang dalam air
Lemaher when wet

Panas

Loses Kekuatan above 148°C / 300°F
Decomposes between 176°C / 350°F and 204°C / 400°F

Sifat mudah terbakar Cepat terbakar jika tidak diperlakukan
Konduktivitas listrik Cukup – static charge can be reduced with special finishes

Asetat

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis

Striasi terurai jauh dari viskos Rayon
Penampang berlekuk

Panjangnya Filamen dan Stapel
Warna Transparan kecuali diredupkan oleh pigmen
Kilauan Cerah, agak terang atau redup
Kekuatan Sedang, kurang dari Rayon bila basah
Elastisity Not very Tinggi, similar to Rayon
Ketahanan Buruk
Daya serap air 6%, Sedikit Kekuatan loss when it is wet
Panas Ironing temperatures of 135°C / 275°F are satisfactory
Sifat mudah terbakar SRendahly combustible
Konduktivitas listrik Baik

Nilon

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Sangat halus dan rata
Panjangnya Filamen dan Stapel
Warna Putih pudar
Kilauan Tinggi natural Kilauan that can be controlled
Kekuatan Exceptionally Tinggi
Elastisity Exceptionally Tinggi
Ketahanan Very Baik
Daya serap air 3.8%
Panas Tinggi resistance, melts at 250°C / 482°F
Sifat mudah terbakar Melts sRendahly Does not support combustion
Konduktivitas listrik Rendah, generates static

Poliester

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Halus, rata, seperti batang, bentuk penampang berbeda
Panjangnya Filamen dan Stapel
Warna Putih
Kilauan Terang atau kusam
Kekuatan Baik to Baik sekali
Elastisity Cukup to Baik
Ketahanan Baik sekali
Daya serap air Kurang dari 1%
Panas Softening or sticking temperature is above 204°C / 400°F
Sifat mudah terbakar Burns sRendahly
Konduktivitas listrik Mengumpulkan muatan statis

Akrilik

Sifat karakteristik
Tampilan mikroskopis Permukaan sama dan halus Striasi berjarak tidak teratur
Panjangnya Terutama serat stapel
Warna Putih
Kilauan Terang atau kusam
Kekuatan Kekuatan cukup hingga baik
Elastisity Baik
Ketahanan Baik
Daya serap air 1-3%
Panas

YelRendahing may occur above 148°C / 300°F
Softening or stocking about 232°C / 450°F

Sifat mudah terbakar Burns with yelRendah flame
Konduktivitas listrik Cukup to Baik

Sifat Serat – Perbandingan

Daya serap

Serat Kembalinya kelembaban**
Kapas 7 -11
Lenan 12
Sutra 11
Wol 13 - 18
Asetat 6.0
Akrilik 1.3 - 2.5
Aramid 4.5
Kaca 0 - 0.3
Nilon 4.0 - 4.5
Poliester 0.4 - 0.8
Rayon 15
Rayon HWM 11.5 - 13
Spandeks 0.75 - 1.3

*Kembalinya kelembaban* is expressed as a percentage of the moisture-free weight at 70º Fahrenheit and 65% relative humidity.

Sifat termal

Serat Titik Leleh Titik Pelunakan Penempelan Suhu setrika Aman
˚F ˚C ˚F ˚C ˚F ˚C
Kapas Tidak meleleh 425 218
Lenan Tidak meleleh 450 232
Sutra Tidak meleleh 300 149
Wol Tidak meleleh 300 149
Asetat 446 230 364 184 350 177
Akrilik 400 - 490 204 - 254 300 - 350 149 - 176
Aramid Does not melt, Karbonises above 426°C / 800°F
Kaca 1400 - 3033
Nilon 6 414 212 340 171 300 149
Nilon 66 482 250 445 229 350 177
Poliester PET 480 249 460 238 325 163
Poliester PCDT 550 311 490 254 350 177
Rayon Tidak meleleh 375 191
Spandeks 446 230 347 175 300 149

Pengaruh Asam

Serat Perilaku
Kapas Meluruh dalam asam mineral encer panas dan pekat dingin
Linen Meluruh dalam asam encer panas dan pekat dingin
Wol Hancur oleh asam sulfat panas, sebaliknya tidak terpengaruh oleh asam
Sutra Asam organik tidak membahayakan, asam mineral pekat akan larut
Rayon Meluruh dalam asam encer panas dan pekat dingin
Asetat Larut dalam asam asetat, terurai oleh asam yang kuat
Tri-Asetat Larut dalam asam asetat, terurai oleh asam yang kuat
Nilon Decomposed by strong Mineral acids, Tahan to Lemah acids
Poliester Tahan terhadap sebagian besar asam mineral; hancur oleh 96% asam sulfat
Spandeks Tahan to most Mineral acids, some disWarnaation can happen
Akrilik Tahan terhadap sebagian besar asam
Kaca Tahan terhadap sebagian besar asam

Pengaruh Basa

Serat Perilaku
Kapas Tidak rusak oleh basa
Linen Tinggily Tahan
Wol Attacked by Lemah alkalis, destroyed by strong alkalis
Sutra Damaged only under Tinggi temperature and concentration
Rayon Terurai dalam larutan pekat
Asetat Not Terpengaruh, unless Tinggi concentration and temperature is applied
Tr-Asetat Not Terpengaruh, unless Tinggi concentration and temperature is applied
Nilon Sedikit or Tidak ada efek
Poliester Tahan to cold alkalis, sRendahly decomposed at a boil by strong alkalis
Spandeks Terpengaruh
Akrilik Destroyed by strong alkalis at boil, resists Lemah alkalis
Kaca Attacked by hot Lemah alkalis and concentrated alkalis

Pengaruh Pelarut Organik

Serat Perilaku
Kapas Oxidises, turning yelRendah and losing Kekuatan on long exposure
Linen Tahan than Kapas, gradually deteriorate from prolonged exposure
Wol Kekuatan loss due to prolonged exposure
Sutra Continuous exposure Lemahens
Rayon Generally Tahan, loses Kekuatan after long exposure
Asetat Kira-kira sama seperti rayon
Tri-Asetat Tahan, loses Kekuatan after long exposure
Nilon Baik resistance
Poliester Baik resistance
Spandeks Generally not Terpengaruh, prolonged exposure Lemahens
Akrilik Sedikit or Tidak ada efek

Pengaruh Sinar Matahari

Serat Perilaku
Kapas Oxidises, turning yelRendah and losing Kekuatan on long exposure
Linen Tahan than Kapas, gradually deteriorate from prolonged exposure
Wol Kekuatan loss due to prolonged exposure
Sutra Continuous exposure Lemahens
Rayon Generally Tahan, loses Kekuatan after long exposure
Asetat Kira-kira sama seperti rayon
Tri-Asetat Tahan, loses Kekuatan after long exposure
Nilon Baik resistance
Poliester Baik resistance
Spandeks Generally not Terpengaruh, prolonged exposure Lemahens
Akrilik Sedikit or Tidak ada efek

Kebersihan dan ketercucian

Serat Perilaku and effect
Kapas Mudah dicuci dan melepaskan kotoran degan mudah
Linen Mudah dicuci dan melepaskan kotoran degan mudah
Wol Menarik kotoran, bau menetap kecuali dibersihkan secara menyeluruh
Sutra Prevents dirt from settling. Smooth surface alRendahs stains to be easily washed away
Rayon Prevents dirt from settling. Smooth surface alRendahs stains to be easily washed away
Asetat Prevents dirt from settling. Smooth surface alRendahs stains to be easily washed away
Tri-Asetat Prevents dirt from settling. Smooth surface alRendahs stains to be easily washed away
Nilon 6.6 Prevents dirt from settling. Smooth surface alRendahs stains to be easily washed away
Poliester Prevents dirt from settling. Smooth surface alRendahs stains to be easily washed away
Spandeks Mudah dicuci
Akrilik Mudah dicuci

Pengaruh Keringat

Serat Perilaku
Kapas Tahan terhadap keringat basa, efek sedikit memburuk karena keringat asam
Linen Tahan terhadap keringat basa, efek sedikit memburuk karena keringat asam
Wol

Lemahened by alkali perspiration

DisWarnaation happens in general with perspiration

Sutra Deteriorates and Warna is Terpengaruh causing stains
Rayon Cukuply Tahan to deterioration
Asetat Baik resistance
Tri-Asetat Baik resistance
Nilon 6.6 Tahan, Warna may be Terpengaruh
Poliester Tahan
Spandeks Baik resistance to degradation
Akrilik Tidak rusak

*Perspiration can be acidic or alkaline, depending on the individual's metabolism.

Efek Lumut

Serat Perilaku and effect
Kapas Terpengaruh in a damp condition
Linen Terpengaruh in a damp condition
Wol Tidak rentan dalam kondisi biasa, tetapi rentan dalam kondisi basah
Sutra Tidak rentan dalam kondisi biasa, tetapi rentan dalam kondisi basah
Rayon Terpengaruh in a damp condition
Asetat Tinggily Tahan
Tri-Asetat Extremely Tinggi resistance
Nilon Tidak ada efek
Poliester Absolutely Tahan
Spandeks Baik to Baik sekali resistance
Akrilik

May form, but will have Tidak ada efek

Dapat dihapus dengan mudah

Effect of Panas

Serat Perilaku and effect
Kapas

Withstand moderate Panas

Will scorch and burn with prolonged exposure to Tinggi Panas

Linen

Withstand moderate Panas

Will scorch and burn with prolonged exposure to Tinggi Panas

Wol Not easily combustible, becomes harsh at 100°C / 212°F and will scorch at 204°C / 400°F and eventually char
Sutra Sensitive to Panas, decomposes at 165°C / 330°F
Rayon Behaves similar to Kapas as a Selulosa Serat
Asetat Termoplastik in nature, gets sticky at 176°C / 350°F and becomes Kaku later
Tri-Asetat Termoplastik in nature, gets sticky at 298°C / 570°F and becomes Kaku later
Nilon Will melt under Tinggi temperature, Nilon 6 melts at 215°C / 420°F and Nilon 6, 6 248°C / 480°F
Poliester

Will melt under Tinggi temperature

Becomes sticky at 226°C / 440°F to 243°C / 470°F and melts and flames at 248°C / 480°F to 290°C / 554°F depending on its type

Spandeks YelRendahs and loses Elastisity and Kekuatan at over 148°C / 300°F, sticks at 175°C / 347°F and melts at 230°C / 446°F
Akrilik Becomes sticky at 229°C / 455°F and melts at Tinggier temperature

Efek Serangga

Serat Perilaku and effect
Kapas Tidak rusak
Linen Tidak rusak
Wol Rentan terhadap ngengat dan kumbang karpet
Sutra Bisa terserang larva ngengat kain atau kumbang karpet
Rayon Tidak tertarik
Asetat Tidak tertarik
Tri-Asetat Tidak tertarik
Nilon UnTerpengaruh
Poliester UnTerpengaruh
Spandeks UnTerpengaruh
Akrilik UnTerpengaruh